Sunday, May 26, 2013


1’st Chapter: Only freinds Raditha
Gadis cantik itu berdiri di depan paviliun rumah sakit, ia menyaksikan sahabatnya Ditha menangis, apa yang harus Naya lakukan untuk menghilangkan kesedihan sahabatnya, dia tau, hanya dia dan ibunya yang tinggal di Bandung, kerabatnya yang lain tinggal jauh dari Bandung, bahkan kakaknyapun belum nampak dirumah sakit.
Ditha limbung menghadapi kemungkinan bahwa ibunya harus menghadapi operasi kista, darimana ia bisa mendapatkan uang untuk operasi ini, uang persediaannya sudah hampir menipis, ibunya sudah tidak bekerja lagi, hanya ia yang sekarang mencari uang untuk hidupnya dan ibunya.
Kakak Ditha tidak ada di Bandung, Kakak Ditha ada di Malang kakaknya mendapat beasiswa hukum beruntung kakanya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magisternya.
Satu masalah teratasi masalah lain muncul Golongan darah A untuk operasi belum tersedia karena stok di rumah sakit sudah habis.
Lorong penghubung antara bank darah dan lobi rumah sakit hanya 2 meter,  tetapi sangat jauh ketika Ditha melewatinya.
Harus kemana lagi Ditha mencari Golongan darah A untuk operasi ibunya, kakak Ditha yang masih berada di Malang menjadi jalan terakhir, karena Golongan darah kakak dan ibunya sama.
Tetapi bagaimana kakaknya bisa datang ke Bandung sedangkan dia sedang menjalani ujian akhir di kampusnya,
Ditha menghadapi kemelut dalam hidupnya, Doni ternyata tidak mau perduli dengan masalah yang Ditha alami, sore tadi Doni memutuskan hubungan mereka secara sepihak, sepertinya Ditha sangat tertekan dengan masalah keluarganya.
Malam ini ibunya terpaksa paksa harus berada di ruang UGD karena belum reservasi ruang inap untuk ibunya.
Biaya perawatan ibu Ditha belum Ditha bayar, belum lagi  Ditha harus membangun mental ibunya untuk mempersiapkan operasi kistanya.***
Kenapa hidup itu begitu sulit bagi Ditha. Semua seakan datang bertubi-tubi, haruskah dia eepotkan kakaknya yang sedang serius menimba cita-cita disana?
Ditha bersyukur hari telah malam, gadis itu ingin tertidur, hanya ingin terlelap dan berharap semua ini hanya mimpi. Bisakah malam ini lebih lama? Bisakah bumi berhenti berotasi? Dan bisalkah bulan menghalangi matahari terbit? God help me
Dia masih terlalu muda untuk menanggung itu sendiri....

No comments:

Post a Comment